Hukum Menghujat Pemerintah dari Atas Podium (Muka Umum)1

Syaikh Bin Baz pernah ditanya, “Apakah menghujat pemerintah dari atas podium (di muka umum) termasuk manhaj para Salaf? Bagaimana sesungguhnya manhaj (cara) para Salaf dalam menasehati pemerintah?”

Jawab: Bukan termasuk manhaj salaf menyebarkan keburukan dan aib pemerintah dari atas podium (di muka umum) karena cara semacam itu hanya akan menimbulkan kekacauan dan keguncangan (di tengah masyarakat) dan menjadikan rakyat yang dipimpin enggan untuk menaati pemerintahnya sekalipun dalam perkara yang baik. Di samping itu, karena cara seperti itu mengakibatkan keadaan yang mendatangkan mudharat lagi tidak bermanfaat.


Cara yang ditempuh Salaf adalah menasehati pemerintah secara ‘empat mata’, atau lewat surat, atau menghubungi ulama yang dikenal dekat dengan pemerintah agar menasehati mereka ke arah kebaikan.Mengingkari suatu kemungkaran hendaknya dilakukan dengan tidak menyebutkan pelakunya. Jadi, mengingkari tindak perzinaan, miras, riba dan sebagainya tidak perlu dengan menyebutkan siapa pelakunya, cukup dengan mengingkari perbuatan (maksiat) tersebut dan memperingatkan (masyarakat) darinya. Tidak perlu menyebutkan bahwa si fulan telah melakukan perbuatan maksiat ini dan itu. Baik yang menyampaikan itu seorang pemimpin maupun yang lainnya.

Ketika terjadi fitnah pada masa Khalifah Utsman, sejumlah orang menemui Usamah bin Zaid dan berkata, “Mengapa engkau tidak mengingkari (tindakan) Utsman?” Usamah menjawab, “Aku tidak mau mengingkari (tindakan)nya di muka umum. Aku akan menasehati dia secara ‘empat mata’, dan tidak membuka pintu kejelekan dan kerusakan di tengahtengah manusia.” Ketika ternyata kemudian masyarakat membuka pintu keburukan tersebut dan mengingkari (pemerintahan) Utsman secara terang-terangan, maka berkecamuklah api fitnah2. Pertumpahan darah dan kerusakan pun terjadi di mana-mana. Dan cara-cara seperti itu masih terus berjalan hingga kini. Demikian pula sengketa yang terjadi antara Ali dengan Mu‘awiyah, serta terbunuhnya Utsman lalu Ali. Kedua peristiwa tersebut terjadi sebagai akibat dilakukannya cara-cara buruk semacam itu.

KETERANGAN
1 Huquq Ar-Ra’i wa Ar-Ra’iyah hal.27-28 karya Syaikh Bin Baz.

2 Fitnah di sini maksudnya bukan pemberitaan bohong. Yang dimaksud adalah suatu kondisi di
mana terjadi kekacauan dan ketidakteraturan masyarakat. -Pent.

sumber: MAJALAH FATWA vol 03

Comments
3 Responses to “Hukum Menghujat Pemerintah dari Atas Podium (Muka Umum)1”
  1. usamahcenter says:

    wahhhhh…………….antum jangan ngawur kalo mengambil statmen syaikh.karena syaikh bin baz adalah orang hebat

    • cemenbanget says:

      silahkan cek disini akh:

      ….afwan

  2. cemenbanget says:

    Afwan, maksudnya ngawur apa nih brader? ane kan ngga menghujat syaikh….afwan, manhaj antum apa? manhaj ane salaf. Mohon maaf kalau tulisan ini tidak sesuai dengan manhaj antum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: